Kota Medan Banjir Parah, 3.000 Rumah Terendam, 6 Orang Hilang, Puluhan Ternak Terseret Banjir – Detak Berita

Sejumlah warga dievakuasi oleh personil Brimob Polda Sumut bersama warga lainnya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Jumat (4/12/2020).

DETAK BERITA – Baru kali ini Kota Medan alami terjangan banjir yang sangat parah. Sekitar 3.000 rumah terendam banjir, enam orang dikabarkan terseret arus banjir, dan puluhan hewan ternak tersapu banjir pula, Jum’at (4/12/2020).

Sejumlah wilayah permukiman sulit diakses, karena ketinggian air yang bervariasi.

Sebanyak 50 personel Satuan Brimob Polda Sumut diturunkan untuk membantu evakuasi korban banjir di Jalan Brigjend Katamso, tepatnya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Kepala Bagian Operasional Satuan Brimob Polda Sumut Kompol Heriyono menjelaskan, saat ini personelnya sedang membantu warga di Gang Merdeka, Lingkungan 8 dan 9.

“Mulai Jum’at pagi, personel sudah kita standby-kan di lokasi banjir dan kita juga memberikan sarapan seperti nasi, bubur dan telur rebus, serta mendirikan tenda pleton sebagai posko Brimob”, kata Heriyono.

Kondisi luapan sungai di belakang Hotel Danau Toba, Medan

Berdasarkan informasi dari Kepling IX Kelurahan Sei Mati Syafrizal NL, air mulai naik pada Kamis, sekitar pukul 21.00 WIB.

Warga yang mengetahui akan terjadinya banjir mulai menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja menambahkan, saat ini personel gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan sudah berada di lokasi banjir untuk membantu masyarakat.

Polisi akan mengawal korban dan akan bersiaga hingga air surut dan aktivitas warga kembali normal.

“Polda Sumut juga menyediakan makanan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir”, kata Tatan.

Selain Brimob, personel Direktorat Samapta Polda Sumut juga diturunkan di perumahan De Flamboyan, Jalan Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Sunggal.

Di tempat itu, banjir sudah terjadi sejak Kamis, sekitar pukul 23.30 WIB.

Tingginya curah hujan di wilayah hulu di Sibolangit, Deli Serdang dan jebolnya tanggul di Sungai Belawan mengakibatkan banjir setinggi 2 – 3 meter.

Kondisi Perumahan De Flamboyan di Tanjung Anom, Medan Tuntungan, hancur setelah diterjang banjir. (Ferdy)

“Personel Dit Samapta Polda Sumut bersama tim SAR sejak dini hari tadi sudah melaksanakan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di Perumahan De Flamboyan”, kata Tatan.

Sejumlah elemen masyarakat tampak membagikan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir.

Begitupun sejumlah warga di Jalan Brigjend Katamso, Jalan Juanda Baru dan Jalan Letjend Suprapto.

Mereka menggunakan kardus untuk membagikan makanan kepada pengguna jalan yang melintas.

Diberitakan sebelumnya, Manajer Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Nurly mengtatakan, ketinggian banjir bervariasi mulai dari 3 hingga 5 meter.

Hingga Sabtu pukul 06.30 WIB, banjir belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

BPBD mencatat, sebanyak 2.773 rumah terendam banjir. Warga yang terdampak sebanyak 1.983 kepala keluarga dan 5.965 jiwa.

Banjir terjadi di 7 kecamatan dan 13 kelurahan, yakni Kecamatan Medan Maimun, kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kecamatan Medan Baru, Kecamatan Medan Petisah, dan Medan Polonia.

DB

Related posts

Leave a Comment