FGD Pembangunan Jaringan TIK Kominfo Jatim, Bahas Upaya Realisasi Backbone – Detak Berita

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Jatim, Ir Arif Lukman Hakim, saat membuka Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan Jaringan TIK, di Royal Hotel Trawas Kabupaten Mojokerto, Rabu malam (18/11/2020).

SURABAYA, Detak Berita – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur terus berupaya merealisasikan pembangunan jaringan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) guna mendukung transformasi data digital yang terintegrasi dengan Kabupaten dan Kota di Jawa Timur untuk mewujudkan “Jatim Smart Province”.

Hal itulah yang diharapkan dalam Forum Group Discussion (FGD) Pembangunan Jaringan TIK dengan tema “Pentingnya Backbone Jaringan Infrastruktur TIK dalam Mendukung Percepatan Transformasi Data di Jawa Timur” yang diselenggarakan oleh Dinas Kominfo Prov. Jatim tahun 2020.

FGD tersebut menghadirkan narasumber Direktur PT SDI, Andi Santosa dan Heriyanto dari DELL Technology yang diikuti sebanyak 60 peserta dari Diskominfo Kabupaten dan Kota di Jawa Timur, di Royal Hotel Trawas Kabupaten Mojokerto, Rabu malam (18/11/2020).

Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Jatim, Ir Arif Lukman Hakim mengatakan kegiatan tersebut untuk membahas peningkatan interkoneksi jaringan Pemprov Jatim dengan Kabupaten dan Kota untuk menjadi kekuatan besar dalam mengelolah Big Data Project.

“Jika jaringan sudah terhubung, kepentingannya adalah nanti pasti kearah kelancaran proses pembangunan, yang nanti muaranya adalah kearah kesejahteraan masyarakat Jawa Timur”, ujarnya.

Forum diskusi ini juga menjadi tempat untuk berbagi pengalaman dalam pengembangan jaringan TI di daerah masing-masing. “ Kedepan paling tidak share pengalaman masing-masing bisa disampaikan, seperti halnya Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo yang sudah lebih dulu menggunakan Jaringan Backbone, ada empat gigabyte per second, dengan pemakaian yang tidak terbatas pada jam kerja perangkat daerah”, katanya.

Menurutnya, upaya peningkatan pembangunan jaringan TI tidak bisa dipungkiri. Sebab, hal tersebut tidak terlepas dari kebutuhan perkembangan teknologi. Ia mengatakan masyarakat saat sudah mengalami tiga gelombang perkembangan TI yang membawa perubahan sangat cepat.

Gelombang perkembangan TI Pertama adalah kemudahan dalam  melakukan konektifitas, yang dimulai sekitar tahun 1990 -2000, yaitu dengan adanya koneksi internet yang sudah mulai kita gunakan dalam keseharian. Kemudian yang kedua perkembangan dalam gelombang informasi Mobile Revolution yaitu penggunaan sosial media yang begitu masif di dalam masyarakat yang dimulai dari Facebook.

“Gelombang perkembangan TI Ketiga, sekarang yang sudah mulai kita rasakan adalah kecanggihan teknologi sangat mempermudah aktifitas, seperti mobil tanpa sopir, sepeda berjalan sendiri”, ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Diskominfo Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan peraturan Presiden nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE ini bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Dalam menyikapi hal itu, dan menyadari betapa pentingnya peran SPBE untuk mendukung semua sektor pembangunan,  di lingkungan Pemprov, dua tahun yang lalu, pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaunching East Java Smart Province (EJSP).

EJSP ini, yang menjadi salah satu titik kunci penerapan e-government, juga dimaksudkan untuk mendukung pengembangan ekonomi Jatim dalam menyongsong era revolusi industri 4.0. melalui EJSP, Jawa Timur diharapkan bisa mewujudkan sistem data digital yang terintegrasi, sebagai ikhtiar untuk menjadi provinsi yang smart.

“Karena kita semua yakin, konsep smart province menjadi solusi untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel”, ujarnya.(ew)

DB

Related posts

Leave a Comment