RS Adhyaksa Bantah Lakukan Pemukulan Terhadap Kivlan Zein

Direksi RS Adhyaksa, Jakarta dan Kapuspnekum Kejagung Hari Setiyono jumpa pers terkait Kivlan Zein mengaku dianiaya.(adji)
Direksi RS Adhyaksa, Jakarta dan Kapuspnekum Kejagung Hari Setiyono jumpa pers terkait Kivlan Zein mengaku dianiaya.(adji)
Direksi RS Adhyaksa, Jakarta dan Kapuspnekum Kejagung Hari Setiyono jumpa pers terkait Kivlan Zein mengaku dianiaya.(adji)

DETAK BERITA – Terdakwa Kivlan Zein dalam kesaksian di persidangan dugaan kepemilikan senjata api ilegal, mengaku bahwa dirinya dipukul oleh salah satu dokter dari Kejaksaan.

Rumah Sakit Adhyaksa, Jakarta kemudia membantah pengakuan Kivlan Zein tersebut.

“Kejadiannya betul pada dua September, kami diminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta untuk memeriksa kesehatan yang bersangkutan, dan kami datang ke rumah tahanan POM Guntur”, ujar Direktur RS Adhayksa, Dr Dyah Eko Putranti dalam jumpa pers di Kejagung.

Dokter Dyah meminta Dr Yohan Wenas untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kivlan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa Kivlan tidak dalam kondisi kegawatdaruratan sehingga tidak perlu dirujuk saat itu juga ke rumah sakit.

Pernyataan yang menerangkan Kivlan tidak dalam kondisi kegawat daruratan dituangkan ke dalam surat hasil pemeriksaan oleh Yohan, dan akan disampaikan ke Dokter Dyah.

Di dalam ruangan tersebut, Dr Dyah memamaparkan, ada dua orang pengacara Kivlan dan Kivlan sendiri, dan saat ingin mengambil tas, kedua pengacara tersebut menutup dan menghadang dr Yohan.

“Kivlan meminta agar dr Yohan membacakan surat hasil pemeriksaan, namun saat dibacakan Kivlan merebut surat tersebut”, lanjut Dr Dyah.

Dr Yonas bermaksud untuk meminta kembali surat hasil pemeriksaan kepada Kivlan, namun Kivlan teriak.

“Saya dipukul, saya dipukul, padahal tidak ada terjadi pemukulan”, sambungnya lagi.

Sementara itu, Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyatakan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan dokter sudah memenuhi prosedur, dan jika mau ada pemeriksaan lebih lanjut akan dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.

“Kami memonitor ada gerakan dan ajakan mempengaruhi berita itu”, tegasnya.

DB

Related posts

Leave a Comment