Tahun 2020, Anies Baswedan Targetkan Jakarta Keluar Dari 10 Kota Termacet Dunia

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(dok)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(dok)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(dok)

DETAK BERITA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera menuntaskan integrasi angkutan umum pada tahun 2020 ini.

Penuntasan integrasi angkutan umum ini, sebagai upaya guna mengeluarkan Kota Jakarta dari peringkat 10 besar kemacetan kota besar dunia.

“Integrasi angkutan umum satu jalan untuk mengurai kemacetan. Mudah mudahan tahun 2020 ini tuntas dan Jakarta keluar dari peringkat 10”, katanya, Kamis (30/1/2020).

Menurut Anies, Jakarta terus berusaha memperbaiki sistem transportasi dalam upaya mengurai kemacetan itu. Bila tahun 2018 lalu Jakarta masih peringkat ke tiga kemudian tahun 2019 pada peringkat 7.

Seperti diketahui, sesuai data TomTom, perusahaan teknologi navigasi asal Belanda, menempatkan Jakarta pada peringkat 10 besar kota termacet di dunia. Hal tersebut berdaskan hasil penelitian pada 416 kota di 57 negara.

Kota Benglaru di India menjadi kota termacet di dunia. Disusul Manila di peringkat kedua dan Bogota Kolumbia di peringkat tiga. Dan Jakarta pada peringkat 10 dari sebelumnya peringkat 7.

Seperti diketahui pemprov memulai integrasi angkutan umum awal 2019 lalu. Integrasi pertama terjadi antara TransJakarta dan MRT di awal tahun 2019. Dilanjutkan dengan integrasi antara TransJakarta dan LRT berikutnya.

Sampai saat ini telah ada 65 rute yang terintegrasi MRT, 20 rute integrasi LRT, dan 156 rute integrasi KRL dan Mikrotrans telah tergabung. TransJakarta sudah ada sebanyak 69 rute, menjadi satu dalam program Jak Lingko yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan dengan standar pelayanan minimum yang baik untuk warga DKI Jakarta.

DB

Related posts

Leave a Comment