Haris Akbar Menduga Vonis Kepada Lutfi Buah Dari Kompromi

Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.

DETAK BERITA – Kececewaan terhadap persidangan terdakwa Dede Lutfi Alfiandi dirasakan oleh Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar.

Haris menyebut banyak prinsip-prinsip yang tidak ditaati, saat dirinya memantau langsung di ruang sidang.

Dalam kasus itu, Haris menilai jaksa penuntut umum terlalu memaksakan. Sedangkan kuasa hukum Lutfi disebutnya tidak memanfaatkan haknya untuk membuktikan dan membela lutfi dalam pledoi.

“Lutfi terjebak antara JPU, hakim dan pengacara yang nggak mentaati prinsip-prinsip peradilan. JPU memaksakan kasus. Hakim nggak kritis. Pengacara juga tidak memanfaatkan haknya untuk membuktikan dan membela lutfi dalam pledoi”, ujarnya di PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (30/1/2020).

Diketahui Lutfi dijatuhi hukuman empat bulan kurungan penjara oleh majelis hakim PN Jakarta Pusat. Lutfi secara sah dan terbukti tidak membubarkan diri dalam unjuk rasa di kompleks Gedung DPR RI pada 30 September lalu. Hakim menilai perbuatan terdakwa mengganggu ketertiban umum.

Meski baru dijatuhi hukuman, Lutfi bisa segera bebas. Pasalnya vonis empat bulan penjara tersebut akan dipotong masa tahanan. Dengan demikian maka penahanan Lutfi akan segera berakhir. Lutfi bisa bebas karena sudah menjalani masa tahanan sejak 3 Oktober 2019 lalu. JPU mengkonfirmasi Lutfi bisa bebas hari ini.

Haris menduga vonis yang dijatuhkan kepada Lutfi buah dari kompromi.

“Dugaan saya ini hasilnya, hasil kompromi. Buktinya tidak ada. Kasus dipaksain. Nggak ada bukti balik. Tapi tidak diputus lama, potong masa tahanan jadi besok dia bebas”, pungkas dia.

Sidang perkara Lutfi cukup mengundang perhatian publik. Selain penuh dengan pengunjung, pejabat publik pun menyempatkan dirinya menghadiri sidang Lutfi.

Dalam sidang pembacaan putusan kali ini, hadir Anggota DPR RI dari Gerindra, Habiburokhman dan anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Fahira Idris.

DB

Related posts

Leave a Comment