Denda Rp 500 Ribu Mengintai! Bila Lupa Nyalakan Lampu Sein Saat Berbelok

Lampu sein - ilustrasi
Lampu sein - ilustrasi
Lampu sein – ilustrasi

DETAK BERITA – Seringkali pengendara mobil dan motor di Indonesia tidak menghidupkan lampu sein saat hendak berpindah jalur jalan, saat berbelok arah, bahkan saat hendak berputar arah.

Keberadaan lampu sein sangat strategis bagi keselamatan sewaktu berkendara bagi diri sendiri maupun bagi pengendara lainnya.

Aturan mengenai kewajiban menyalakan lampu sein saat berbelok sudah tertulis pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 112 ayat satu yang menyebutkan, bahwa setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan.

“Pengemudi Kendaraan yang akan berbelok atau berbalik arah wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, di samping, dan di belakang Kendaraan serta memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan”, begitu bunyi pasalnya.

Kendati sudah tertulis dengan jelas, namun masih ada saja yang tidak menyalakannya. Selain repot, lupa juga menjadi alasan mengapa pengguna kendaraan tidak memberikan isyarat saat berbelok. Padahal, perilaku itu termasuk salah satu bentuk pelanggaran lalu lintas yang bisa dikenakan denda.

Aturan Kemenhub detakberita

Dilansir dari laman resmi Kementerian Perhubungan, dikutip Kamis 23 Januari 2020, jenis hukuman yang bisa dikenakan pada pengendara yang tidak menyalakan lampu sein tertera pada Undang-undang yang sama di pasal 284. Di sana tertulis mengenai pentingnya mempedulikan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Selain itu, tertera juga besaran denda yang harus ditanggung, yakni hukuman kurungan paling banyak dua bulan atau denda sebesar Rp 500 ribu. Berikut bunyi pasalnya.

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)”.

Mengingat nominal denda yang sedemikan besar, agaknya tak ada salahnya menyalakan lampu sein saat sedang berbelok. Terutama, di jalan raya atau kawasan lain dengan kepadatan lalu lintas tinggi.

DB

Related posts

Leave a Comment