Pulau Tabuhan di Banyuwangi Saingi Mandalika dan Labuan Bajo

Warga mengikuti upacara bendera di Pantai Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, 17 Agustus 2017. Upacara bendera memperingati HUT Ke-72 RI tersebut diikuti berbagai komunitas peduli lingkungan, nelayan, dan wisatawan. ANTARA FOTO
Warga mengikuti upacara bendera di Pantai Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, 17 Agustus 2017. Upacara bendera memperingati HUT Ke-72 RI tersebut diikuti berbagai komunitas peduli lingkungan, nelayan, dan wisatawan. ANTARA FOTO
Warga mengikuti upacara bendera di Pantai Pulau Tabuhan, Banyuwangi, Jawa Timur, 17 Agustus 2017. Upacara bendera memperingati HUT Ke-72 RI tersebut diikuti berbagai komunitas peduli lingkungan, nelayan, dan wisatawan. ANTARA FOTO

DETAK TRAVEL – Kabupaten Banyuwangi akan miliki destinasi wisata baru kelas dunia yang mirip seperti di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Adalah Pulau Tabuhan, yang akan disulap oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyaingi ketenaran Mandalika dan Labuan Bajo.

“Nantinya dibangun resort-resort unik di Pulau Tabuhan dengan tetap berbasis kearifan lokal”, kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 17 Januari 2020.

Untuk membangun fasilitas dan nuansa wisata kelas dunia, pemerintah Banyuwangi menggandeng perusahaan asal Singapura, EBD Paragon untuk mengembangkan Pulau Tabuhan.

Guntur Priambodo menjelaskan, EBD Paragon dipilih karena sebelumnya berhaasil menjadi salah satu pengembang kawasan wisata Mandalika dan Labuan Bajo. “Mitra yang akan mengembangkan Pulau Wisata Tabuhan,” kata dia.

Pulau Tabuhan adalah pulau kecil tak berpenghuni di perairan Selat Bali yang masuk dalam wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Pulau Tabuhan dikembangkan menjadi destinasi wisata di ujung timur Pulau Jawa.

Selain mengangkat keratifan budaya setempat, Guntur Priambodo mengatakan EBD Paragon bersedia mengutamakan peluang kerja bagi penduduk lokal.

“Ada langkah memberdayakan kelompok wisata Banyuwangi agar terlibat dalam mata rantai pelayanan berbagai jasa pariwisata”, ujarnya.

Suasana Pulau Tabuhan di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Antaranews
Suasana Pulau Tabuhan di Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Antaranews

Pengembangan Pulau Tabuhan oleh pelaku pariwisata internasional, menurut Guntur Priambodo, dilakukan sesuai regulasi, melalui konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri dan sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk evaluasi dan pendampingan.

Bahkan, penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di depan belasan ribuan warga Banyuwangi di Hari Jadi Banyuwangi, pada 18 Desember 2019.

Skema kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dengan EBD Paragon, Guntur Priambodo menjelaskan, berbentuk perjanjian sewa. Meski begitu, masyarakat tetap dapat mengakses pulau yang terletak di Selat Bali, itu. “Jadi tidak benar kalau nanti masyarakat tidak bisa masuk ke Pulau Tabuhan”.

Guntur Priambodo menambahkan, pengembangan Pulau Tabuhan yang menggandeng pelaku pariwisata internasional dilakukan karena pengelolaan pulau berpasir putih itu memerlukan biaya besar.

Mulai dari pembangunan sarana air bersih, listrik, hingga restorasi terumbu karang yang mati.

Pengelolaan Pulau Tabuhan sekaligus menyelamatkan luasan pulau yang kian berkurang akibat abrasi. Luasan Pulau Tabuhan saat ini sekitar 5,3 hektare, sedangkan di 2001 seluas 7 hektare.

DB

Related posts

Leave a Comment