Tampilkan Inovasi di Festival Eskul, SMKN 5 Andalkan Sepeda Difabel

20190111204935IMG_20190111_204604

20190111204935IMG_20190111_204604Surabaya, Detakberita – Berbagai inovasi mewarnai Festival Eskul dan Pameran Pendidikan SMA/SMK se-Surabaya. Diantaranya adalah karya SMKN 5 Surabaya yang menampilkan sepeda difabel untuk dipertontonkan pengunjung. Sepeda difabel tersebut merupakan hasil kreasi siswa, yang dibantu guru dalam pemberian konsep. Hasil karya ini sangat membantu, karena alat ini mampu membuat difabel berjalan lebih cepat. Selain itu, alat ini memberikan sistem keamanan lebih baik.

“Kita sudah perhitungkan tingkat keamanan dan kekuatan sepeda difabel ini,” kata Ilham Febrian Putra, Siswa Jurusan Teknik Permesinan, Teknik Fabrikasi dan Manufakturing SMKN 5 Surabaya ini.

Ilham menuturkan, keputusan untuk membuat sepeda ini dipengaruhi dari pengalaman di area sekolah. Di situ banyak difabel yang berjalan menggunakan tongkat manual. Dari fakta itu, kemudian Guru Teknik Permesinan memberikan usulan untuk membuat sepeda difabel.

Usulan tersebut akhirnya direalisasikan, semua tim bekerja bersama untuk mewujudkan sepeda difabel. Kakak kelas, ujar dia, dulu sebagai tukang desain bentuk sepeda ini. Sedangkan adik kelas bertugas untuk merakit semua kebutuhan dan rangka sepeda ini.

Secara keamanan, ungkap salah satu tim pembuat sepeda difabel ini, pihaknya sangat menjamin. Karena rangka sepeda ini memakai rangka sepeda biasa, sedangkan garpu juga memakai standar sepeda pada umumnya. Hanya saja, untuk bagian depan disesuaikan dengan kebutuhan khusus, termasuk tersedianya sistem keamanan.

“Depan dikasih pengaman, belakang ditambahi per atau suspensi. Sedangkan ukuran ban menggunakan ukuran sepeda kecil. Pokoknya semua sesuai standar yang ada,” akunya.

Untuk cara kerjanya, pengendara tinggal mengayuh pedal, jika ingin mengerim atau menghentikan tinggal menghentikan pedalnya. Untuk membelokan sepeda difabel ini, badan pengendara tinggal menggoyangkan ke kiri dan ke kanan. Maka, sepeda ini bisa berbelok sesuai dengan yang diinginkan.

“Konsep ini diproses selama 2 tahun lalu, dan sekarang dipamerkan. Hasilnya cukup bagus dan memuaskan,” tutur dia.

Bahkan, lanjut dia, sepeda difabel ini telah tersedia dengan berbagai bentuk, mulai difabel tangan hingga kaki. “Kita sudah berproduksi, persediaan kita sebanyak 50 unit. Kita menjual per unit sebesar Rp 3 juta,” jelas Ilham.(win)

Related posts

Leave a Comment