Peringati Hari Santri, Masjid Joglo Gelar Ngaji dan Ngopi Subuh Berjamaah

WhatsApp Image 2018-10-15 at 12.59.32

WhatsApp Image 2018-10-15 at 12.59.32SURABAYA, Detakberita – Masjid Joglo- Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober, Pengurus Masjid Joglo Roudlotul Muttaqin, Istana Aloha, Wage, Kabupaten Sidoarjo menggelar sejumlah rangkaian kegiatan.

Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan, yakni “Ngaji & Ngopi Subuh Berjamah” pada tanggal 21 Oktober. Kegiatan tersebut diawali dengan Sholah Subuh berjamaah kemudian dilanjutkan dengan Ngaji &  Ngopi Subuh. Kegiatan ini menghadirkan pembicara, KH Imam Chambali yang juga Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Jihad, Jemursari, Surabaya.

Direktur Masjid Joglo, M Khoirul Rijal mengatakan, Ngaji & Ngopi dipilih menjadi kegiatan memakmurkan masjid, karena budaya ngopi saat ini menjadi kebiasaan rutin masyarakat Indonesia. “Di sepanjang jalan Jeruk lokasi Masjid Joglo berada, ada 13 warung kopi. Semuanya ramai dan dipenuhi anak muda selama 24 jam. Kami menginginkan beberapa saat ngopinya pindah di halaman masjid sambil mengaji namun tetap terasa hepi,” katanya.

Di Ngaji & Ngopi ini, tujuannya mengajak jamaah masjid dan anak-anak muda untuk tidak berhenti berkreativitas. “Kami ingin semua yang ngaji disini enjoy dan hepi sambil bersilaturahim antar sesama,” tandas lelaki kelahiran Jombang, Jawa Timur, di Sidoarjo, Senin(15/10).

Kegiatan ini bisa menjadi jembatan untuk belajar ilmu agama tanpa terpaut tempat dan waktu serta tidak harus terlebih dahulu bisa membaca kitab. “Sebab tidak mungkin dengan kesibukan yang dimiliki oleh masyarakat, mereka bisa belajar ilmu-ilmu agama seperti layaknya di pesantren. Di ngaji dan ngopi ini mereka tetap bisa bersilaturahim dan belajar agama dengan santai dan hepi sambil serumput kopi,” tambahnya.

Selain Ngaji & Ngopi, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan khataman Al Qur’an hingga 30 juz. “Sebenarnya kegiatan ini bermula dari khataman Al Qur’an yang sebelumnya rutin dilakukan setiap hari Ahad Wage dalam kelender Jawa. Namun karena Ahad Wage bulan Oktober bertepatan dengan Hari Santri Nasional, maka kegiatan dibuat berbeda dari seperti biasanya,” terangnya.(wn)

Related posts

Leave a Comment