Laba Bersih PT Pegadaian Meningkat 12 Persen, Targetkan 130 Triliun di Akhir Tahun

IMG_20181003_132453

IMG_20181003_132402SURABAYA, Detakberita – Kinerja keuangan PT Pegadaian (Persero) berhasil mencatatkan positif selama kuartal III 2018. Laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp 1,843 Triliun, naik dari posisi sama tahun lalu sebesar Rp 1,644 Triliun, atau tumbuh sebesar 12 persen.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh melonjaknya pendapatan sebesar Rp 7,50 Triliun, sementara badan usaha tercatat sebesar Rp 5,018 Triliun.

“ Tahun ini Pegadaian menargetkan bisa memiliki sebanyak 8.044 agen di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 3.000 agen gadai, 6.000 agen pemasaran, dan 2.044 sales force. Saat ini tercatat, sampai akhir Agustus 2018, jumlah agen yang sudah bergabung sebanyak 6.003 agen di seluruh Indonesia,”ujar Direktur Utama PT Pegadaian, Sunarso, di Surabaya, Rabu (3/10).

Jumlah agen saat ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 1,45 persen. Sedangkan, dalam memperluas jangkauan layanan, selain menambah jumlah agen, Pegadaian juga memberikan layanan online aplikasi, menambah produk baru seperti gadai tanpa bunga, gadai tanah syariah, dan layanan berbasis fintech.

Menurut Sunarso, dengan tambahan layanan semacam ini, bisa semain memperluas pasar, serta menambah kepercayaan nasaba. Namun, kondisi persaingan di bisnis gadai semakin ketat, dengan terbitnya peraturan OJK 31/2016 yang memungkinkan masuknya pemain-pemain baru di industry gadai, seperti fintech. “Sampai saat ini, pegadaian swata yang terdaftar maupun yang mendapatkan ijin OJK sebanyak 52 perusahaan, “ujarnya.

Hingga akhir Agustus 2018, Pegadaian memiliki sebanyak 12 kantor wilayah yang membawahi sekitar 4.571 outlet. Jumlah ini mampu melayani sebanyak 6.992 ribu nasabah, dengan omzet mencapai Rp 87,031 Triliun.

“ Pegadaian menargetkan mampu meraih omset hingga Rp 130 Triliun di akhir tahun 2018. Sedangkan untuk laba bersih juga ditargetkan sebesar Rp 2,7 Triliun, naik dari perolehan 2017 sebesar Rp 2,5 Triliun. Pegadaian juga menargetkan aset meningkat menjadi Rp 58 Triliun serta jumlah penyaluran pinjaman naik sekitar Rp 10 Triliun menjadi Rp 48,3 Triliun,”jelasnya. (Jni)

Related posts

Leave a Comment