Talkshow Umroh Haji dan Muslim Lifestyle 2018, Mau Jadi Fashionpreneur Harus Sabar

WhatsApp Image 2018-09-23 at 00.15.36

WhatsApp Image 2018-09-23 at 00.15.36SURABAYA, Detakberita – Menjadi seorang fashion designer  dalam menggeluti  industri fashion atau dunia busana saat ini harus mampu menjadi seorang fashionpreneur. Karena ia nantinya di tuntut tidak terbatas pada desain yang ingin dilahirkan, tapi juga meliputi pengelolaan bisnis agar karya itu dapat digemari kalangan yang dituju, bertahan menghadapi persaingan, dan masuk ke pasar global.

Hal tersebut menjadi pembicaraan menarik pada talkshow yang bertajuk ‘Passion Before Fashion’, di arena pameran Umroh Haji & Muslim Lifestyle 2018, di City Of Tomorrow Mall Surabaya, Sabtu (22/9).

“Menurut saya jadi designer  tidak harus pintar menggambar, tetapi kepekaan terhadap kemauan orang, dan selanjutnya mampu menghandle orang, sehingga mereka tahu apa yang kita mau, “ujar, Arindra Nurma, S.I.P,MM seorang  fashionpreneur yang juga merupakan pemilik brand fashion ARINZ,.

Selain, itu seorang designer tidak harus fokus pada rencana atau plan design fashion yang akan dibuat, tapi lebih dari itu lebih mementingkan keinginan pasar atau market.

Hal senada juga dikatakan Dosen Fakultas Industri Kreatif Ubaya, Ninik Juniati S.Pd, M.Pd, jika menjadi fashion designer harus juga mampu menjadi fashionpreneur , yang mengutamakan kesabaran ,”Fashion yang utama adalah sabar, dan sabar pada subjek yang dipelajari, “ujarnya.

WhatsApp Image 2018-09-23 at 00.10.52Selain itu ia juga menyarankan para designer pemula,  harus bisa menggambar dan mengetahui soal tekstil, “Itu basic, kalau belajar pola dan bisa menjahit , itu hanya sekedar tambahan, “katanya. Tidak hanya itu saja, menurutnya seorang designer dituntut harus bisa jualan agar bisa menghidupi karyawannya.

Usai memberikan tips singkat bagi para calon fashion designer,  talkshow ditutup dengan peragaan busana muslim  karya Kaffah dan Arindra.

Sementara itu, acara ini tersebut juga diikuti oleh 50 stand yang terdiri dari travel umrah, fashion muslim, operator selular, hotel, jasa transportasi, industri permadani hingga jasa catering.

Penyelenggara memang berusaha menghadirkan pameran yang berkonsep one stop shoping, artinya masyarakat bisa mencari travel umrah, perlengkapan di tanah suci bahkan hingga oleh-olehnya di lokasi. Dan bagi peserta juga bisa saling melakukan kontak business to business. Acara pameran ini digelar mulai 19-23 September 2018. (win).

Related posts

Leave a Comment