ITS Tingkatkan Daya Saing SDM Secara Global melalui ISM

WhatsApp Image 2018-09-17 at 16.33.23

WhatsApp Image 2018-09-17 at 16.33.23SURABAYA, Detakaberita – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sebagai perguruan tinggi bertaraf internasional, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)-nya melalui kerja sama yang dibangun dengan berbagai perguruan tinggi mancanegara. Kerja sama tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Inbound Staff Mobility (ISM) 2018 yang dibuka secara resmi di Rektorat ITS, Senin (17/9).

Direktur Hubungan Internasional ITS, Dr Maria Anityasari ST ME mengatakan, ISM merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Direktorat Hubungan Internasional atau International Office (IO) ITS untuk meningkatkan kualitas staf atau tenaga kependidikan (tendik) yang ada di ITS. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan langsung sejumlah tendik dari perguruan tinggi di luar negeri untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman. “Dengan begitu para tendik di ITS memiliki wawasan dan pandangan global terkait dalam kinerjanya di masing-masing unit,” ujarnya.

Berbeda dari tahun lalu, cakupan peserta yang mengikuti ISM 2018 kali ini lebih luas. Jika tahun lalu, ITS dapat menghadirkan para tendik yang berasal dari Jepang dan negara-negara ASEAN, pada ISM 2018 ini peserta bertambah dari negara Eropa yakni dari Bialystok University of Technology, Polandia.

Total ada delapan perguruan tinggi yang berasal dari berbagai negara di Asia dan Eropa di antaranya dari Mapua University Filipina, Chulalangkorn University Thailand, Tianjin University Tiongkok, Suranaree University of Technology Thailand, University of The Philippines Diliman, University of Malaya Malaysia, Lyceum of The Philippines University Filipina dan Bialystok University of Technology Polandia.

Maria menjelaskan, acara ISM ini rutin diselenggarakan setiap tahunnya pada bulan April dan September. Selama seminggu ke depan, para peserta ISM ni akan diajak berkeliling ke masing-masing unit kerja dan departemen di ITS untuk saling bertukar ilmu. Para peserta ISM 2018 ini nantinya juga akan berbicara kepada para mahasiswa untuk menyampaikan peluang beasiswa yang ada di universitas mereka masing-masing.

“Harapannya, ISM ini akan menjadi program unggulan yang semakin mendunia setiap tahunnya seperti CommTECH (Community and Technological, red) Camp yang memang sangat diminati oleh berbagai mahasiswa dari luar negeri,” ujar perempuanyang juga sebagai dosen di Departemen Teknik Industri ITS itu. (win)

 

Related posts

Leave a Comment