Rupiah Yang Loyo Belum Pengaruhi Sektor Properti

Developer Property detak berita

Developer Property detak berita

Sektor Properti Belum Rasakan Dampak Melemahnya Rupiah

DETAK PROPERTI, Detak Berita — Melemahnya nilai tukar rupiah yang selalu berada di kisaran Rp 14 ribu belum berdampak terhadap sektor properti Indonesia.

Hal itu disampaikan CEO Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda kepada media, Selasa (14/8/2018).

Menurutnya, dampak melemahnya rupiah terhadap sektor properti baru bisa dilihat dalam jangka waktu minimal tiga bulan.

GoTravelKita.com

“Secara langsung belum ada berdampak dengan properti. Tapi bila ini berlangsung jangka panjang maka akan mempengaruhi ekonomi dan daya beli masyarakat. Apalagi kalau suku bunga naik, bahaya untuk properti”, ujar dia.

Ali menilai pelemahan nilai tukar rupiah juga tidak akan berpengaruh terhadap meningkatnya harga jual rumah. Sebab selama ini bahan baku pembangunan rumah berasal dari dalam negeri.

“Kalau kita lihat sekarang, kontennya sudah relatif ke lokal. Kalaupun ada impor itu segmenanya menengah ke atas atau rumah mewah. Tapi itu hanya rata-rata 3 persen, maksimal 5 persen dari keseluruhan bahan baku”, jelas dia.

Kecemasan Ali justru muncul karena biaya cicilan rumah yang tinggi akan melemahkan daya beli masyarakat terhadap property.

Menurutnya, kenaikan suku bunga bank perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah dan pengembang perumahan.

Bergulirnya program pembebasan DP atau lebih dikenal dengan DP 0 persen, dinilai Ali tidak akan berpengaruh terhadap peningkatan penjualan properti. Sebab penerapan program itu berlaku ketika suku bunga Bank sedang naik.

“Sebetulnya terlambat, dampaknya jadi hampir tidak ada. Kita sudah usulkan sejak tahun 2015, ketika trend suku bunga turun. Berat juga sekarang kalau DP murah tapi cicilannya tinggi”, pungkas Ali.

DB

Related posts

Leave a Comment