Kelompok Perampok Ini Gunakan Modus Baru : Tuduh Korban Sebagai Pelaku Tabrak Lari

Kelompok Rampok Modus Tabrak Lari front detak berita

Kelompok Rampok Modus Tabrak Lari front detak berita

Tuding Korbannya Tabrak Lari Lalu Dirampok, Itulah Modus Kelompok Bandit Ini

JAKARTA, Detak Berita — Aparat Polsek Kelapa Gading menggulung kawanan bandit jalanan yang kerap mengincar pengendara mobil sebagai korbanya. Modus gerombolan ini adalah menuding korban telah menabrak lalu menggasak barang berharga milik korban.

Tersangka MD, AA, ST, dan MY ditangkap setelah beraksi 4 Juni 2018 lalu di Jalan Raya Pegangsaan Dua, tepatnya di depan Singapore International School (SIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Martua Silitonga menjelaskan, pelaku yang berkelompok mempunyai peran mereka masing-masing dalam aksi curas ini.

Keempat yang tertangkap hanya sebagian dari komplotan penjahat jalanan ini. Masih ada lima orang lagi berinisial CC, SS, OP, EP, dan JK yang masih dalam pengejaran.

“Mereka berkelompok, tidak bisa sendiri. Ada yang menyamar dalam peran-peran tertentu, ada yang mengalihkan, ada yang mengeksekusi”, kata Martua, Rabu (1/8/2018).

Modus operandi yang mereka lakukan adalah berpura-pura memberitahu korban bahwa dirinya telah menjadi pelaku tabrak lari.

Sang korban DS, yang merasa tidak menyerempet siapapun, sempat melawan dengan beradu mulut. Namun, pelaku yang berjumlah lebih dari lima orang malah mengancam DS.

“Pelaku berboncengan sepeda motor, lalu menggedor-gedor kaca mobil korban dan memberitahu bahwa ada yang terserempet mobil korban”, kata Martua. Pelaku kemudian langsung menjalankan perannya masing-masing saat berhasil memberhentikan mobil DS.

Adapun peran mereka adalah sebagai berikut: MD sebagai penadah, MY, OP, EP, JK, AA, dan SS sebagai yang mengawasi situasi, sedangkan CC dan ST sebagai eksekutor.

Tersangka CC dan ST langsung menghampiri korbannya dan merampas cincin emas, jam tangan, uang tunai Rp 500 ribu, serta satu unit telepon genggam.

Sedangkan pelaku lainnya mengalihkan perhatian sang korban dengan ancaman-ancaman. Jika ditotal, kerugian yang dialami DS akibat insiden curas yang ia alami sebesar Rp 9,8 juta.

“Mereka sudah tujuh kali, modusnya selalu sama. Tidak melakukan kekerasan hanya ancaman secara lisan”, kata Martua.

Keempat penjahat jalanan yang tertangkap itu harus mempertanggunjawabkan perbuatannya dengan menjalani masa hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Itu sesuai dengan pasal yang menjerat mereka, yakni pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

DB

Related posts

Leave a Comment