Tingkatkan Pemasaran Produk, Mahasiswa Bantu Warga Desa Pasarkan Batik Lewat Internet

Mahasiswa Bantu Pasarkan Batik Secara Online detak berita

Mahasiswa Bantu Pasarkan Batik Secara Online detak berita

Mahasiswa Bantu Warga Desa Pasarkan Batik Lewat Internet

PASURUAN, Detak Berita —  Pemasaran prodak warga menjadi masalah bagi desa di Jawa Timur. Persoalan itu ditangkap mahasiswa Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya di Prigen dengan terjun langsung ikut memasarkan produk batik secara online melalui internet.

Ada 12 mahasiswa yang mengabdikan diri untuk memasarkan prodak-prodak milik Desa Karangjati Pandaan, Pasuruan.

Di desa ini terdapat potensi produk yang bisa dikembangkan, salah satunya batik. Pengrajin batik ini memberi nama prodak andalannya ‘Batik Daun Jati’, karena daun jati menjadi ciri khas desa.

Dari prodak itu, masyarakat belum mampu untuk memasarkan melalui online, mereka banyak memasarkan melalui offline (jual-beli langsung).

GoTravelKita.com

“Kami melihat masyarakat kesulitan untuk memasarkan batik melalui online, padahal kesempatan penjualan lebih besar”, kata Ketua Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UWP Surabaya di Prigen, Muhammad Luthfi Alif, di Surabaya, Senin (30/7/2018)

Luthfi mengatakan, banyak pilihan lokasi untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat sebagai persyaratan tridharma perguruan tinggi.

Dari berbagai masalah yang ada, dirinya bersama teman-temannya memilih untuk mengembangkan pemasaran batik melalui online.

Karena kesadaran menggunakan internet untuk kebutuhan produktif masih sangat kurang. Padahal Indonesia merupakan negara keempat pengguna internet terbesar, setelah Cina, India, dan Jepang.

Saat ini, jumlah pengguna internet di Tanah Air mencapai 132 juta orang. Jumlah tersebut menunjukkan setengah atau lebih dari 50 persen penduduk Indonesia telah bisa mengakses internet.

Sementara ratusan juta pengguna internet di Indonesia sebanyak 60% persennya telah mengakses internet menggunakan ponsel pintar (smartphone).

“Inikan harus diarahkan. Jadi out put kami nanti bagaimana warga desa bisa menjual barang-barangnya melalui online atau internet”, paparnya.

Kepala Desa Karangjati, Pandaan Pasuruan, Kuyatip mengaku sangat senang dengan keberadaan mahasiswa UWP ke desanya.

Menurut dia, kedatangan mahasiswa ini membangkitkan warga untuk sadar internet.

Ia mengaku rata-rata warganya sudah mengetahui internet, tetapi masih belum dimaksimalkan dengan menggunakan dengan cara-cara produktif.

“Kami sangat terbantu mahasiswa-mahasiswa ini. Mereka memberi pengetahuan yang sangat besar”, katanya.

Sebetulnya, ungkap dia, banyak potensi yang berada didesanya, tetapi potensi tersebut masih kurang dikembangkan dengan benar.

Untuk itu, banyak program-program yang akan dilakukan pengembangan desa. Proses pengembangan ini juga melibatkan anak muda, karena sangat cocok mahasiswa kesini.

“Kami sedang merancang lahan desa dipinggir jalan utama untuk penjualan prodak-prodak warga. Nanti ada lokasi kuliner dan penjualan batik, saya rasa semua membutuhkan kerja sama semua pihak. Dan kalau bisa nanti desa ini kerjasama dengan kampus UWP”, ungkap Kuyatip.(andi)

DB

Related posts

Leave a Comment