Telah Dikukuhkan, Ini Pemikiran Tiga Gubes UNAIR Yang Baru

Tiga Guru Besar Baru Unair Surabaya detak berita

Tiga Guru Besar Baru Unair Surabaya detak berita

Tiga Gubes UNAIR

SURABAYA, Detak Berita — Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya baru saja mengukuhkan tiga Guru Besar akhir pekan kemarin, Sabtu (28/7/2018).

Ketiga guru besar tersebut memunculkan pemikiran baru untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Berikut ini pemikirannya.

Prof. Dr. Chiquita memberikan pemikiran mengenai inovasi tissue engineering sebagai harapan masa depan mengatasi permasalahan penderita dengan periodontitis agresif. Tissue engineering, lanjut dia, sangat menjanjikan untuk rekontruksi secara biologis, mengacu pada kemajuan bidang terapi operasi.

Prof Chiquita menyampaikan, pendekatan tissue engineering yang berbasis stem cell diharapkan dapat dipakai untuk memperbaiki kerusakan pada jaringan periodontal, infeksi gusi yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi, sehingga didapatkan hasil yang lebih baik.

GoTravelKita.com

”Berdasar penelitian saya, banyak potensi alam Indonesia yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk melahirkan bahan bermanfaat dalam tissue engineering”, sebutnya, dalam rlis UNAIR, Senin (30/7/2018).

Sama-sama dari FKG, Prof. Soegeng menekankan agar orang tua meningkatkan kewaspadaan terhadap pemakaian pasta gigi untuk anak.

Pemakaian fluorida yang merupakan salah satu bahan utama pembuatan pasta gigi secara berlebihan dapat menggangu pertumbuhan gigi pada anak.

Ia pun menganjurkan orang tua hanya memberikan pasta gigi pada anak sebesar kacang polong.

”Pemberian (pasta gigi, Red) hanya sebesar kacang polong. Pemberian banyak katanya biar bersih, itu keliru”, terang Prof Soegeng.

”Fluorida yang dikomsumsi berhari-hari tidak disadari. Salah satu dampaknya fluorosis, gangguan pertumbuhan pada enamel gigi, meliputi bentuk, kualitas, juga dimensinya”, tambah Prof Soegeng.

Sementara itu, yang ketiga, Prof. Basuki menyampaikan pemikirannya soal perlunya akuntansi merambah pada bidang sosial kemsyarakatan. Terutama turut terlibat dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

”Apa yang kita pahami selama ini, akuntansi bertujuan untuk mencatat dan melaporkan transaksi keuangan berdasar pada aturan tertentu”, ujarnya.

Orientasi akuntansi yang dipahami kebanyakan orang selama ini, menurut Prof. Basuki, hanya berkutat pada kepentingan kapitalis. Kepentingan kepada pemilik modal.

Namun, lanjut dia, zaman telah berubah. Bukan masanya lagi akuntansi hanya mengurusi debit-kredit, hanya melayani pemilik modal dan mengabaikan hal-hal di luar yang lebih besar.

”Seperti kasus-kasus yang berhubungan dengan kerusakan dan pencemaran alam karena perusahaan berlebihan”, ucapnya.

Caranya, adanya penanaman nilai atau value kepada akuntan untuk turut memikirkan keadaan sosial.

Mengakuntansikan dampak dan efek dari sebuah aktivitas ekonomi di masyarakat, khususnya perusahaan. Terutama dampak-dampak negatif. (andi)

DB

Related posts

Leave a Comment