Menko Darmin : SBI Tidak Menjatuhkan SBN

Menko Perekonomian Darmin Nasution detak berita

Menko Perekonomian Darmin Nasution detak berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

JAKARTA, Detak Berita — Reaktivasi Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ditegaskan pemerintah tidak akan mengganggu pasar Surat Berharga Negara (SBN). Imbal hasil atau bunganya diyakini tidak saling menjatuhkan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, dengan adanya SBI yang diterbitkan BI, maka sebetulnya akan memberikan alternatif instrumen untuk berinvestasi.

“Ada periode SBN yield-nya lebih tinggi, ada periode SBI bunganya lebih tinggi, intinya ini adalah ada alternatif instrumen”, kata Darmin di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (25/7/2018).

GoTravelKita.com

Darmin juga membantah kebijakan reaktivasi SBI akan membuat likuiditas perbankan semakin ketat. Sebab, menurutnya, dana yang diperoleh BI melalui SBI bisa saja digunakan membeli Surat Berharga Negara (SBN).

“Ya enggak (akan membuat likuiditas ketat) kalau duitnya dipakai lagi buat SBN oleh BI. Dikira BI mau nyimpan duitnya begitu saja, ya enggak”, katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah mengaktifkan kembali Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan tenor 9 bulan dan 12 bulan.

Instrumen itu dilakukan guna membantu menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter, Nanang Hendarsah mengatakan, SBI ini diluncurkan ini sebagai variasi instrumen surat berharga selain Surat Berharga Negara (SBN).

Meskipun tujuannya untuk memperkuat nilai tukar rupiah, namun dampaknya terhadap nilai tukar rupiah tidak langsung terasa.

“(Dampaknya) Tidak secara langsung ke rupiah”, ujar Nanang di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Selasa 24 Juli 2018.

Seperti dikutip dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, Rabu, 25 Juli 2018 berada di level Rp 14.515 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin, 24 Juli 2018 yang berada di level Rp 14.541 per dolar AS.

DB

Related posts

Leave a Comment