Al Chaidar : Imbangi Wacana, Usulan Calon Ketua NU Jatim Dari Akademisi Sangat Perlu

Detak Berita com

Detak Berita com

Al Chaidar : Imbangi Wacana, Usulan Calon Ketua NU Jatim Dari Akademisi Sangat Perlu

SURABAYA, Detak Berita — Menjelang Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, berbagai usulan calon ketua mulai muncul diantaranya dari kalangan akademisi. Adanya usulan agar muncul calon ketua dari kalangan akademisi dinilai sangat perlu untuk mengimbangi wacana dan perkembangan politik Islam khususnya meningkatnya faham radikalisme.

Pengamat Politik Islam Al Chaidar menilai saat ini faham radikalisme terus berkembang, khususnya di kantong dan basis-basis NU Jawa Timur, oleh karena itu sangat perlu seorang akademisi untuk memimpin NU ke depan guna menjawab tantangan perubahan zaman.

“Kalangan akademisi mempunyai tameng yang kuat dari sisi metodologi untuk menghadapi berbagai wacana yang berkembang, dan mampu mengimbangi penyebaran berbagai wacana faham yang bersebrangan dengan NU”, ujarnya, di kampus Universitas Nahdlatul Ulama, Surabaya, Senin (23/7/2018).

GoTravelKita.com

Ia juga mengkritisi peran NU Jawa Timur yang dinilai gagal dalam membantu menetralisir faham radikalisme pada tahun ini, sehingga muncul peledakan bom di beberapa tempat di Surabaya.

Jawa Timur yang menjadi basis Nahdliyin masih belum mempunyai pusat studi terorism sperti yang ada di afghanistan. Padahal hal tersebut sangat perlu, karena NU merupakan organisasi Islam terbesar yang banyak berperan di masyarakat.

“Dengan masuknya kalangan akademisi, mungkin program-program tersebut juga bisa diwujudkan, karena akdemisi mempunyai metodologi dan jaringan yang kuat“, tambahnya.

Sebelumnya, beberapa kader NU juga berharap kalangan intelektual kampus dimunculkan. Bukan karena kinerja Kiai Mutawakkil tidak bagus, tapi kepemimpinan di PWNU Jatim memang butuh penyegaran.

“Saya melihat Kiai Mutawakkil, sebagai incumbent lha ya, secara ketokohan sudah teruji. Teman-teman di bawah, warga NU, masih memiliki perspektif yang positif kepada beliau”, kata, Anwar Sadad salah satu kader NU Jawa Timur.

Tapi, tandas Sadad, “Ada baiknya kader-kader muda, terutama yang mewakili kelompok intelektual kampus dan mewakili tradisi keilmuan pesantren, harus benar-benar dimunculkan”.(win)

DB

Related posts

Leave a Comment