Persiapan Keberangkatan Calon Jemaah Haji Indonesia Mendekati Final

Jamaah Haji Indonesia detak berita

Jamaah Haji Indonesia detak berita

Jemaah haji Indonesia

JAKARTA, Detak Berita — Persiapan keberangkatan calon jemaah haji Indonesia sudah mendekati final. Dipastikan, kloter pertama jemaah haji reguler asal Indonesia, akan mulai diterbangkan ke Arab Saudi dari beberapa embarkasi di Tanah Air pada 17 Juli 2018.

“Persiapan sudah mendekati final atau 98 persen. Kita terus melakukan rapat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait keberangkatan jemaah”, kata Kepala Seksi Pelayanan dan Transportasi Udara, Edayanti Dasril, Rabu (11/7/2018).

Guna memperlancar proses keberangkatan calon jemaah haji, seluruh bandara embarkasi haji akan beroperasi selama 24 jam sesuai dengan NOTAM atau Notice to Airmen yang telah diterbitkan khusus untuk operasional haji.

GoTravelKita.com

“Seluruh otoritas bandara di seluruh embarkasih haji akan beroperasi 24 jam sesuai kebutuhan, khusus untuk operasional haji”, katanya.

Edayanti menjelaskan, misalnya Embarkasih Banjarmasin yang biasanya paling telat operasional bandara sampai pukul 19.00 Wib, tetapi saat musim haji tetap harus siap 24 jam.

“Banjarmasih biasanya tidak 24 jam, paling telat jam tujuh malam sudah selesai. Tetapi, kalau ada penerbangan haji jam 11 malam atau jam satu dini hari harus buka. Semua harus siap”, katanya.

Seperti diketahui, total ada 13 Embarkasi di Indonesia, yaitu: Aceh (BTJ), Medan (KNO), Batam (BTH), Palembang (PLM), Padang (PDG), Jakarta – Pondok Gede (JKG), Jakarta – Bekasi (JKS), Solo (SOC), Surabaya (SUB), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), Makassar (UPG), dan Lombok ( LOP).

Menurut Edayanti, untuk pemberangkatan pada 17 Juli 2018, total ada 11 kloter yang akan diterbangkan melalui lima embarkasi, yaitu: Embarkasi Surabaya/SUB sebanyak tiga kloter, Padang/PDG sebanyak satu kloter, Lombok/LOP sebanyak satu kloter, Solo/SOC ada empat kloter, Jakarta–Pondok Gede/JKG ada satu kloter, dan Makassar/UPG sebanyak satu kloter.

Selama musim haji 2018, maskapai Garuda Indonesia menyiapkaan sebanyak 14 pesawat haji yang terdiri dari tiga pesawat Boeing 747-400, lima pesawat Boeing 777-300ER, dan enam pesawat A330-300/ 200.

Jemaah yang akan diangkut pesawat Garuda diperkirakan sekitar 107.959 orang atau 52,27 persen. Sementara itu, penumpang yang akan diangkut oleh Saudi Arabian Airlines diperkirakan sekitar 98.571 orang atau 47,73 persen.

Transportasi jemaah haji Indonesia dari Tanah Air ke Arab Saudi pada tahun ini menggunakan sistem carter. Setelah pesawat mengantar jamaah dari Indonesia ke Arab Saudi, maka pesawat kembali ke Indonesia harus dalam keadaan kosong.

Tetapi, berkaitan dengan pengelolaan slot time yang dilakukan GACA dan ground time di Bandara Saudi, maka pemberangkatan akan dipastikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

DB

Related posts

Leave a Comment