Angkatan Kerja Indonesia Minim Tenaga Ahli, 60% Lulusan SD Dan SMP

Angkatan Kerja Indobesia 60% Adalah SD Dan SMP detak berita

Angkatan Kerja Indobesia 60% Adalah SD Dan SMP detak berita

BANYUWANGI, Detak Berita — Kementerian Tenaga Kerja mencatat 60 persen tenaga kerja di Indonesia, dari jumlah total mencapai 133 juta, hanya lulusan Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja, M Hanif Dhakiri, ketika melakukan kunjungan kerja di Banyuwangi, Sabtu (7/7/2018).

Menurut Hanif saat ini Indonesia masih banyak kekurangan tenaga ahli, karena dari sekitar 133 juta angkatan kerja, sekitar 60 persennya adalah lulusan SD dan SMP, yang notabene hanya tenaga kasar, bukan tenaga ahli.

“Untuk meningkatkan jumlah ahli tenaga kerja di berbagai bidang, Kementrian Ketenagakerjaan terus menggenjot dari segi kwalitas dan kwantitas juga persebaran dari tenaga kerja Indonesia yang memiliki skill, melalui Balai Latihan Kerja (BLK)”, ungkap Menaker Hanif.

Untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) maka diperlukan kualitas, kuantitas dan persebaran, sehingga pengoptimalan BLK yang dikelola oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, agar kompetensi angatan kerja yang ada bisa ditingkatkan.

“Kalau bicara tenaga ahli yang berkwalitas dan top Indonesia gudangnya, namun kwantitasnya dan penyebarannya masih minim, sehingga jumlahnya harus kita genjot”, jelas Hanif Dhakiri.

Untuk mengatasi berbagai permasalahan itu, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan meminta seluruh stake holder baik di pusat maupun di pemerintah propinsi dan daerah untuk melakukan masifikasi peningkatan kompetisi, salah satunya dengan memberdayakan keberadaan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada Banyuwangi, untuk memberikan pelatihan terhadap masyarakat.

DB

Related posts

Leave a Comment