Ramadhan, Ulama Beri Spirit Religi Atlet KONI Jatim

6cfbbde30835857a7db204cb8459cba9

6cfbbde30835857a7db204cb8459cba9Surabaya, Detakberita – Penguatan mental dan Psikologi yang merupakan bagian dari sport science saat ini terus digiatkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur dalam meningkatkan prestasi atlet pada PON 2020 di Papua.

Salah satu upaya untuk penguatan mental tersebut adalah dengan mendatangkan ulama selama di bulan Ramadhan untuk memberikan motivasi secara religi pada atlet. Ulama yang didatangkan oleh KONI Jawa Timur diantaranya adalah, Prof Dr KH Ali Azis, guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Metode motivasi yang diberikan oleh KH Prof Ali Azis nampak berbeda dari motivator yang lainnya, dan hal yang baru bagi para atlet Jawa Timur, “ Dengan ajaran beliau terasa pas di hati dan pikiran dan Insya Allah akan terus saya praktekkan saat latihan maupun pertandingan, “ujar Putri salah satu atlet Tenis Meja Putri, Rabu (6/6).

Saat acara berbuka puasa bersama yang diselenggarakan oleh KONI Jatim bersama para atlet beberapa waktu yang lalu, KH Prof Ali Azis tidak kurang dari sepuluh menit hanya memberikan tiga materi bekal pada atlet. Diantara bekal tersebut diambilkan dari ajaran Rasulullah saat bersama sahabat sayidina Abu Bakar dan beberapa ajaran para ulama .

Dengan lantang Prof Ali Azis mengajak para atlet untuk mengangkat tangan dan secara serentak mengucapkan apa yang telah diucapkan Rasulullah, yang tertuang dalam Al Qur’an “ La Tahzan, Innallaha Ma’ana”, jangan bersedih,jangan susah, Allah, Allah, Allah, pasti, pasti,pasti bersama saya, “teriak KH Prof Azis secara lantang dan diikuti para atlet.

Ia meminta pada atlet agar kata-kata tersebut selalu diucapkan untuk melengkapi kekuatan para atlet. Ia meyakini hal tersebut menjadi pemicu semangat atlet dalam bertanding.

Bekal yang kedua yang diberikan oleh KH Prof Ali Azis pada para atlet Jatim adalah dzikir yang selalu dilakukan oleh para ulama terdahulu yaitu dengan mengucapkan, “Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir”yang artinya Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.

Dan bekal yang ketiga adalah dengan mengajak para atlet agar tidak meninggalkan wudlu dan berdoa saat berwudlu. Ia mengajarkan agar saat berwudlu para atlet berdoa dan meminta pertolongan Allah agar diberi kekuatan dan keselamatan, “Saat membasuh kepala, tangan dan kaki harus berdoa agar diberi kekuatan,tapi airnya jangan banyak-banyak, Allah tidak suka pemborosan,”ujarnya. (win)

Related posts

Leave a Comment