Arus Mudik 2018, KNKT Minta Sopir Bus Di Purabaya Waspadai Rem Blong Dan Jam Istirahat

WhatsApp Image 2018-05-31 at 14.12.06

WhatsApp Image 2018-05-31 at 14.12.06SURABAYA,Detakberita- untuk mengantisipasi adanya kecelakaan penumpang  pada musim mudik lebaran tahun ini, yang diakibatkan oleh human error dan ketidaklayakan bus, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan sosialisasi keselamatan angkutan umum kepada para pengemudi bus yang beroperasi di Terminal Purabaya Surabaya, Kamis(31/5).

Pengarahan pada para pengemudi tersebut langsung diberikan oleh Ketua KNKT Ketua KNKT Dr. Soerjanto Tjahjono  yang didampingi oleh Pejabat Dinas Perhubungan Jawa Timur dan Dinas Perhubungan Kota Surabaya

Soerjanto  menyampaikan sosialisasi ini bertujuan untuk meminimalisir angka kecelakaan, karena pada tahun 2018 ini angka kecelakaan transportasi darat lebih tinggi dari pada di laut dan udara .

“Angka kecelakaan di darat cukup memperihatinkan, oleh karena itu dalam musim arus mudik lebaran saat ini KNKT di tugasi untuk tanggung jawab dalam keselamatan dan sekaligus menyelesaikan masalah kecelakaan, “ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut pihaknya memberitahu pada para pengemudi terkait penyebab-penyebab kecelakaan, dengan harapan agar mereka mengetahui dan tidak melakukan hal tersebut saat lebaran, karena mereka membawa puluhan nyawa. “ Yang paling penting adalah memperhatikan  masalah rem blong dan kasus pengemudi ngantuk,”tegasnya.

Dalam kasus rem blong, banyak armada bus yang tidak melakukan kesalahan diantaranya tidak mengganti selang fleksibel rema dalam kurun waktu 5 tahun sekali dan kurangnya jam istirahat,

“ Mestinya pengemudi beristirahat setiap empat jam perjalanan, dan selalu mengontrol sistem rem kendaraan berfungsi dengan baik, serta ganti selang fleksibel rem setiap lima tahun, “tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Surabaya Ir. Irvan Wahyu Drajad, M.MT, mengatakan, sosialisasi yang bertema “Kelaikan Kendaraan, Jam Kerja dan Tempat Istirahat Pengemudi pada Angkutan Lebaran Tahun 2018″ ini sangat tepat dan diikuti sekitar 100 sopir dan operatort bus

Ia menambahkan bahwa keselamatan bertransportasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua pihak harus peduli dan memiliki tanggung jawab. Makanya perlu ada komunikasi dan koordinasi yang baik dari seluruh stakeholder. “Sehingga berdampak pada keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi,” katanya. (win)

 

Attachments area

Related posts

Leave a Comment