Terakhir Teridentifikasi, Jenazah Penghadang Bom Gereja Santa Maria Diserahkan Pada Keluarga

a2d13f6df64f3d988f0d5dfa55566643

a2d13f6df64f3d988f0d5dfa55566643SURABAYA, Detakberita, Setelah 10 hari pasca ledakan bom bunuh diri oleh para pelaku terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo, kini Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi para korban. Satu korban terakhir yang berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI di RS Bhayangkara Polda Jatim, yakni Aloysius Bayu Rendra Wardana.

Penyerahan jenazah dipimpin oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin dan diserahterimakan pada perwakilan keluarga, yakni adik sepupu korban, Ny Yossy Martono. “Proses identifikasi sudah selesai kami lakukan. Ini berkas surat kematian Saudara Bayu dan sedikit tali asih bagi keluarga untuk membantu proses pemakaman,” kata Kapolda berkata lirih pada perwakilan keluarga korban, Selasa (22/5).

Usai penyerahan, Kapolda memberikan sedikit penjelasan pada wartawan terkait hasil identifikasi Almarhum Bayu. “Untuk korban, Almarhum Bayu ini yang terakhir dan berhasil diidentifikasi. Memang prosesnya agak sedikit lama. Proses pencocokan DNA saudara Bayu dengan pihak keluarga ini tidak mudah karena kondisi jenazah sudah tidak lagi utuh,” tuturnya.

Penyerahan jenazah Bayu ini merupakan korban terakhir ke-13. Sebelumnya, RS Bhayangkara Polda Jatim telah menyerahkan 12 jenazah korban lain yang telah berhasil diidentifikasi lebih dahulu.

Usai proses serah terima berkas dan tali asih, tangis dari keluarga Bayu pun pecah. Ny Murtono yang sedihnya tampak cukup tegar, lalu menjadi histeris. Tangis diluapkannya dengan memeluk dr Andi Fanny Sujuti dari RS Bhayangkara yang mendampingi keluar korban.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, Almarhum Bayu ini adalah korban yang menghadang dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya. “Bayu ini yang menghadang dari depan, sehingga akibat ledakan bom itu, kondisi tubuhnya tidak utuh,” ungkapnya.

Almarhum Aloysius Bayu saat terjadi ledakan sedang bertugas sebagai panitia misa gereja seksi keamanan. Dalam rekaman video CCTV dari lokasi ledakan di halaman gereja, tampak Bayu dari arah sebelah kiri bergerak menuju motor pelaku bom yang melaju dengan kecepatan tinggi. Saat menghadang berada tepat di sisi kiri motor, bom meledak.

Pelaku bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela adalah Yusuf Fadil (18 Tahun) dan Firman Halim (16 Tahun). Keduanya merupakan putra kandung dari otak pelaku bom tiga gereja di Surabaya, Dita Oepriyanto. Saat meledakkan bom, kedua pelaku yakni Yusuf dan Firman membawa bom yang dipangku diatas motor. Kondisi tubuh dua pelaku dan Almarhum Bayu tercerai berai akibat ledakan high eksplosive, sehingga sedikit menyulitkan proses identifikasi. (win)

Related posts

Leave a Comment