Teroris Bom Tiga Gereja Di Surabaya, Puluhan Warga Jadi Korban

WhatsApp Image 2018-05-13 at 10.29.38

WhatsApp Image 2018-05-13 at 10.29.38Surabaya, Detakberita, Teror bom mengguncang Surabaya, Minggu (13/5) pagi, sekitar pukul 7.15. Tiga gereja yang menjadi sasaran bom Diduga bom bunuh diri adalah gereja GKI Diponegoro, Gereja Santa Maria Jalan Ngagel dan Gereja di Jalan Arjuna.
Hingga berita ini diturunkan, polisi menyatakan korban tewas bom gereja terus bertambah. Untuk sementara, ada 11 orang tewas dan 40 luka-luka.

Pelaku bom bunuh diri di salah-satu gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/05), diduga seorang ibu yang membawa dua anaknya, kata seorang pejabat polisi setempat.

“Ibu dan dua anaknya yang berupaya masuk ruang kebaktian ini sempat dihalau oleh seorang sekuriti di pintu masuk GKI jalan Diponegoro, Surabaya, sebelum kemudian (ketiganya) meledakkan diri di halaman gereja,” kata Wakapolrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Benny Pramono.

Keterangan kepolisian ini berdasarkan kesaksian seorang satuan pengaman (satpam) gereja GKI di jalan Diponegoro, Surabaya.
Ibu dan dua anak tersebut berupaya masuk ke ruang kebaktian ini, sempat dihalau oleh seorang satpam di pintu masuk GKI Jalan Diponegoro Surabaya, sebelum kemudian mereka meledakkan diri di halaman gereja. “Sekuriti yang menghalaunya adalah salah satu korban yang terluka parah,” ucap Benny kepada wartawan.

Menurut Benny, perempuan dewasa dan dua anak tersebut tewas seketika di lokasi kejadian. Belum diketahui hubungan antara perempuan dan dua bocah tersebut.

Sampai sekitar pukul 13.00 WIB, jumlah korban tewas akibat ledakan tiga gereja di Surabaya dan korban tewas terus bertambah menjadi sepuluh orang dan melukai 40 orang lainnya, kata pejabat kepolisian.

Hasil identifikasi sementara kepolisian, sekitar pukul 13.00 WIB, menyebutkan, sepuluh orang tewas dan 40 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka-luka.

Menurut polisi, bom pertama meledak sekitar pukul 07.30 WIB di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya.

Selang sekitar lima menit kemudian bom kedua meledak di gereja Pantekosta di jalan Arjuno, dan tidak lama kemudian bom meledak di gereja GKI di jalan Diponegoro, kata polisi.

Empat orang tewas akibat ledakan bom di depan Gereja Santa Maria, dua orang tewas di gereja Pantekosta serta dua orang tewas lainnya di depan gereja GKI, ungkap Frans Barung.

Polisi masih melakukan identifikasi terhadap korban yang meninggal dunia, dan jubir Polda Jatim belum dapat memastikan apakah pelaku termasuk korban yang tewas dalam serangan bom ini.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, kepolisian akan menyampaikan perkembangan dari waktu ke waktu setiap jam. Aparat kepolisian terus melakukan identifikasi di lokasi kejadian di tiga gereja di Surabaya yang menjadi target serangan bom, Minggu (13/05) pagi.

Sementara itu, Seorang saksi mata di Gereja Katolik Santa Maria, Lia, mengatakan dirinya hendak menuju gereja Santa Maria saat bom meledak. “Sudah dekat di lokasi, sekitar 100 meter, ada kerumunan massa, dan terdengar teriakan “Pulang! Pulang!” Saya sempat lihat prutulan (potongan) daging di sekitar lokasi. Takut, saya putar balik ke rumah,” ungkapnya kepada wartawan.
Sementara saksi lainnya,  mengaku melihat seorang perempuan membawa dua anaknnya yang dilihatnya “meledakkan dirinya di depan halaman” Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara Surabaya .

“Saya sempat melihat dua orang anak dan ibunya datang membawa dua tas,” kata satpam, Antonius kepada wartawan di lokasi, Minggu (13/05).(win)

Related posts

Leave a Comment