Pegadaian Kanwil XII Jatim Wajibkan Karyawan Mampu Aplikasikan Digital

WhatsApp Image 2018-04-22 at 19.30.19

WhatsApp Image 2018-04-22 at 19.30.19Surabaya, Detakberita – PT Pegadaian sudah berusia 117 tahun, Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Jawa Timur ingin karyawannya tidak gagap teknologi (Gaptek), mereka ingin semua karyawan mampu untuk mengaplikasikan teknologi.

“Saat ini adalah era digital, tidak ada alasan karyawan Pegadaian tidak mengenal aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS). Semua pegawai harus men-download dan mengaplikasikannya,” kata Hermawan Aries Andi, Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XII Surabaya Jawa Timur, di Surabaya , Senin(23/4).

Hermawan mengatakan, untuk membangkitkan semangat sadar teknologi, seluruh karyawan Pegadaian yang ada di Jawa Timur dikumpulkan di Grand City. Mereka akan diberi semangat secara bersama-sama untuk mampu menghadapi era digital. Saat ini, banyak konsep atau rencana yang sedang dilakukan Pegadaian.

Konsep ini berkaitan dengan era milenial, dimana semua serba digital. Untuk menembuas pasar milenial, penguasaan teknologi menjadi bagian yang menentukan. Jadi, diseluruh wilayah Jawa Timur, karyawan tidak boleh malas.

“Saat ini saya mengumpulkan seluruh karyawan, hampir 3000 orang di Grand City. Mereka akan melihat musik rock goodbless, salah satu grup band tertua, tetapi masih eksis di dunia musik. Inilah yang bisa kita petik, meskipun grup band tertua tetapi mampu bersaing didunia musik. Begitu juga dengan Pegadaian, usia sudah 117 tahun, harus  eksis dan bisa menembuh pasar milenial,” terang Hermawan.

Selain masuk ke generasi milenial,Hermawan juga menjalankan program dari pusat yakni padat karya tunai. Model program ini masih belum disosialisaikan dengan detail, tetapi Pegadaian menginginkan kalau kantor-kantornya harus lebih cerah dan menghilangkan kesan kumuh.

Saat ini ada 166 outlet yang ada di Jatim masih memiliki kesan kumuh, outlet-outlet itu harus diubah supaya kantor tidak dalam bentuk kumuh. Pembenahan ini bertujuan supaya nasabah Pegadaian mendapatkan pelayanan lebih baik. “Ada 166 outlet yang kita anggap belum sesuai harapan, jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan bertambah lagi. Kita akan ubah supaya lebih baik,” jelasnya.(rif)

Related posts

Leave a Comment