Mencari Sosok Kartini Sejati

WhatsApp Image 2018-04-21 at 22.07.22

WhatsApp Image 2018-04-21 at 22.07.22Surabaya, Detakberita – Sosok Kartini tak tertandingi, perjuangannya untuk mengangkat derajatnya wanita tidak bisa dilupakan. Bahkan hari kelahirannya, tanggal 21 April 1879 menjadi peringatan bagi seluruh warga Indonesia.

Ketua Bidang Pergerakan Sarinah dan Perlindungan Anak DPP GMNI, Dia Puspitasari mengatakan, pihaknya sulit untuk menemukan kartini-kartini muda di era milenial. Saat ini, tidak bisa ditemukan wanita-wanita seperti sosok perjuangan R.A Kartini. Kartini terkenal karena gerakan pembebasan perempuan dari keterkungkungan dan belenggu atas pendidikan.

“Hari ini tepat kita peringati sebagai Hari Kartini,  hari yang seharusnya menjadi pemantik bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk ikut andil dalam mengisi kemerdekaan Bangsa Indonesia. Namun, apa yang terjadi hari ini sungguh ironi. Persoalan Kartini adalah persoalan konde, kebaya berbalut kecantikan. Padahal, jika kita menilik dari apa yang diutarakan oleh Bung Karno, bahwasannya “Perempuan adalah tiang negara, bilamana perempuan itu rusak maka rusaklah negara tersebut dan bilamana perempuan itu baik, maka baiklah negara tersebut,” katanya, di Surabaya,Senin (24/4)

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2016 dalam pengambilan kebijakan di sektor kepemerintahan, perempuan yang menduduki jabatan struktural PNS tidak mencapai 30%. Belum lagi persoalan kekerasan, perempuan acapkali menjadi objek.

Berdasarkan survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (PHPN) 2016 menunjukkan bahwa 1 dari 3 usia 15-64 tahun perempuan mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual. Hal ini senada dengan data yg dimiliki okeh BPS   per-Maret 2017 bahwa 1 dari 10 perempuan usia 16-64 tahun perempuan mengalami kekerasan fisik dan seksual.

Bagaimana mungkin perempuan mampu mengisi Kemerdekaan Indonesia dan bagaimana mugkin perempuan mampu membangun peradaban Bangsa bilamana kualitas perempuan masih rendah dan semangat perjuangan kartini telah lenyap.

“Oleh sebab itu, saya selaku Ketua Bidang Pergerakan Sarinah dan Perlindungan Anak DPP GMNI mengajak seluruh masyarakat untuk berbenah menyoal Perempuan. Ikut serta membantu pemerintah supaya negara juga gencar melakukan sosialisasi maupun pemberian hukuman bagi para pelaku kekerasan” tuturnya.(arif)

Related posts

Leave a Comment