Hipmi Siap Bangun Kemandirian Ekonomi Pesantren

1605-hipmi_pesantren6

1605-hipmi_pesantren6Surabaya, Detakberita- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berkomitmen membangun kemandirian pesantren di seluruh Indonesia. Untuk itu, HIPMI telah menargtkan pembentukan ritel modern bernama Ummat Mart (Ummart) di seribu pesantren hingga akhir 2018.

Ketua Umum HIPMI Jatim, Mufti Anam mengatakan, bahwa program yang diinisiasi oleh Hipmi Jatim ini bermula dari program penguatan ekonomi rakyat berbasis pesantren atau yang biasa disebut ”Pesantrenpreneur” dengan melakukan monitoring dan pendidikan kewirausahaan untuk santri di pesantren  Program tersebut mendapat respon positif dari pemerintah yang kemudian diarahkan pada penguatan dan kemandirian pesantren.

Menurutnya, selama ini perputaran uang di pesantren sebenarnya sangat besar, namun tidak dikelola dengan managemen yang baik dan benar. Sehingga kemandirian pesantren masih belum maksimal terwujud. Padahal jika dihitung, perputaran uang di satu pesantren dengan jumlah santri sekitar 5 ribu santri bisa mencapai Rp 750 juta hingga miliaran rupiah.

Beberapa kelemahan yang ditemukan dalam usaha dagang di pesantren diantaranya adalah lemahnya managemen keuangan dan lemahnya managemen pelayanan serta ketidakpastian arus distribusi barang. Untuk itulah, dalam merealisasikannya Hipmi juga menggandeng Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

“Bersama Kementerian Perdagangan dan Aprindo, Hipmi akhirnya memutuskan untuk membangun Ummart di sejumlah pesantren. Tahap awal sebagai pilot project, ritel Ummart akan didirikan di 10 pesantren di wilayah Banyuwangi, Pasuruan, Malang dan Probolinggo. Hingga akhir 2018 Ummart bakal ada di seribu pesantren dan di akhir 2019 bakal ada di 5 ribu pesantren,” ujar Mufti Anam, di Surabaya, Jumat (13/4).

Khusus untuk 10 pesantren tersebut, investasi yang harus dikeluarkan dalam pendiriannya bakal ditanggung oleh Hipmi, Kemendag dan Aprindo.  “Kalau nilai investasinya itu sangat tergantung dari kondisi tempat jualan yang sebelumnya ada di pesantren. Kalau dihitung ya sekitar Rp 500 juta hingga Rp550 juta. Dan ini free untuk 10 pesantren yang menjadi pilot project sebagai program CSR,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, ada beberapa keunggulan yang diterapkan dalam managemen ritel Ummart dibanding ritel modern lainnya, diantaranya adalah bisa menjual secara grosir untuk toko-toko yang ada di sekitar pondok. Selain itu, karena ini semacam program CSR, maka tidak ada royalty fee yang dibebankan kepada pihak pesantren. (arif)

Related posts

Leave a Comment