Tambah Nasabah, Pegadaian Incar Kelompok Millenial dan Mahasiswa Jawa Timur

IMG-20180401-WA0125 (1)

IMG-20180401-WA0125 (1)SURABAYA, Detakberita -PT Pegadaian (Persero) Jawa Timur mengincar nasabah millenial untuk menambah jumlah nasabah. Perusahaan BUMN ini menjadikan mahasiswa sebagai pasar potensian untuk pengembangan gadai.

Pendekatan terhadap kelompok millenial ini dilakukan dengan meluncurkan prodak Pegadaian Digital Service (PDS). Prodak ini diyakini bisa mendongkrak jumlah nasabah yang berasal dari kelompok millenial, karena potensi kelompok millenial in masih sangat terbuka lebar untuk dikembangkan.

“Selama ini nasabah kita rata-rata umurnya 20 tahun keatas. Ini saatnya kita mau merangkul kelompok millenial, diantaranya mahasiswa,” kata Hermawan Aries Andi Pemimpin Wilayah Pegadaian Kanwil XII Surabaya Jawa Timur dalam acara literation fair di Giant Maspion, Surabaya,Senin (2/4).

Hermawan mengakui, saat ini proses pendekatan terhadap mahasiswa sudah berjalan, sebagai langkah awal Pegadaian telah masuk ke Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam pertemuan ini, Pegadaian memperkenalkan prodak-prodak yang selama ini dimiliki, kemudian dilengkapi dengan prodak terbaru yang menyasar kaum millenial.

Prodak yang sangat bersentuhan dengan mahasiswa sebagai kelompok millenial adalah PDS. Program tersebut berkaitan dengan gadget yang selama ini selalu dipegang oleh kelompok millenial. Dalam PDS, mahasiswa nantinya tidak perlu melakukan transaksi dengan datang ke kantor Pegadaian. Namun mereka cukup melakukan transaksi melalui gadget dengan cara mudah.

“Mahasiswa itukan pegangannga gadget, jadi tidak akan sulit untuk bertransaksi dengan penggunakan Pegadaian Digital Service,” ujarnya.

Salah satu prodak yang bisa dilakukan transaksi melalui PDS adalah tabungan emas. Tabungan ini menjadi sangat realistis dengan melihat kantong mahasiswa, Pegadaian lebih fleksibel dalam menerapkan program ini. Mahasiswa bisa menabung dengan jumlah 5.000 atau 10.000.

Dengan jumlah itu, Hermawan menilai kalau mahasiswa yang ada di Jawa Timur mampu untuk menerapkannya. Untuk itu, ia mengaku akan terus mendatangi kampus untuk memberikan pendidikan khusus terkait dengan prodak-prodak Pegadaian yang bisa dimanfaatkan. “Ada tujuh kantor Deputy Pegadaian di Jawa Timur, berarti saya ingin ada pertemuan di tujuh kota tersebut dengan mahasiswa minimal dua bulan sekali,” ungkap dia.

Cara seperti ini, lanjut dia, mampu memberikan pendidikan tentang pembiayaan dari kalangan millenial. Sesuai dengan penelitian OJK (Otortas Jasa Keuangan), orang Indonesia masih kurang memahami sistem pembiayaan. Untuk itu, Pegadaian sebagai perusahaan negara ikut turun dan memberikan pengertian menggenai jenis pembiayaan alternatif yang dimiliki. “Kami juga harus masuk ke kelompok millenial, mereka merupakan kelompok potensial kedepan. Tetapi memang semua harus pelan-pelan,” aku Hermawan.(arif)

Related posts

Leave a Comment