Upaya Berani Dan Tiada Henti Pemkab Kulon Progo Majukan UMKM

Upaya Tiada Henti Kulon Progo Perjuangkan UKM detak berita

Upaya Tiada Henti Kulon Progo Perjuangkan UKM detak berita

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo (ist)

YOGYAKARTA, Detak Berita — Pemkab Kulon Progo dikenal sangat berpihak kepada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pemkab yang dikenal berani melarang toko ritel berjaringan skala nasional membuka usaha di Kulon Progo, tak hentinya untuk terus mengembangkan UMKM dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat.

UMKM memiliki potensi untuk berkembang dan sebagian besar berada pada sektor industri pengolahan.

Wakil Bupati Kulon Progo Sutedjo mengatakan, sektor UMKM merupakan salah satu aset daerah dan harus terus dikembangkan.

Banyak keuntungan yang diperoleh dari keberadaan UMKM, di antaranya mengurangi pengangguran dan kemiskinan, pemerataan pendapatan, hingga pembangunan ekonomi di perdesaan.

“Sektor UMKM merupakan salah satu potensi daerah yang harus kita kembangkan dalam upaya meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian menuju kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan”, kata Sutedjo, Rabu (28/2/2018).

Sebelumnya, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo Sri Harmintarti mengatakan, salah satu upaya pemberdayaan UMKM di wilayah ini adalah dengan masuk ke jejaring toko modern Toko Milik Rakyat (Tomira).

Hingga saat ini sedikitnya telah ada 16 toko modern berjejaring berskala nasional yang berhasil diakuisisi Pemkab Kulon Progo menjadi Tomira.

Akuisisi rencananya masih akan dilakukan untuk 2 toko berjejaring lainnya untuk kemudian dijadikan Tomira.

“Hingga 2017 akhir itu kita sudah memiliki 13 Tomira, kemudian di tahun 2018 kita tambah 3 Tomira lagi, sehingga keseluruhan Kulon Progo memiliki 16 Tomira. Nah, Tomira ini memang kita desain agar bisa menampung produk-produk UMKM dari Kulon Progo, tentu produk UMKM yang sudah memenuhi syarat masuk di jejaring”, terang Harmintarti.

Harmintarti menambahkan, keberadaan Tomira selama ini dinilai mampu meningkatkan produksi sekaligus omset pelaku UMKM di Kulon Progo.

Bahkan hingga akhir 2017 lalu telah ada 110 produk UMKM yang masuk ke Tomira.

Menurut Harmintarti saat ini telah banyak produk lokal dan UMKM dari wilayah Kulon Progo yang mampu memenuhi kualifikasi untuk masuk ke Tomira.

DB

Related posts

Leave a Comment