Perusahaan Fintech Mulai Sasar Pinjaman Biaya Pendidikan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, Detak Berita — Pelaku usaha financial technology di dalam negeri mengaku berminat untuk menyasar pasar mahasiswa dengan memberikan pinjaman untuk biaya pendidikan.

Co-Founder dan CEO KoinWorks Benedicto Haryono mengatakan tingkat enrollment universitas masih berkisar 20%.

Hal tersebut diperparah dengan ketidakmampuan terhadap finansial.

Dengan demikian, KoinWorks memanfaatkan kondisi tersebut untuk menyediakan pinjaman yang dapat dicicil sehingga memudahkan setiap individu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Untuk segmen pendidikan, kami akan memperbanyak kerja sama dengan beberapa universitas. Tahun ini KoinWorks menargetkan kemitraan dengan 50 universitas untuk menyediakan pembiayaan pendidikan”, katanya, kepada media.

Sejak meluncurkan produk pinjaman kepada mahasiswa, KoinWorks sudah bekerja sama dengan 11 institusi kursus lintas industri sebagai mitra program Koinpintar.

Dunia pendidikan tergolong sangat strategis bagi pencapaian misi perusahaan.

Sebab, melalui langkah ini, KoinWorks dapat membantu meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang terampil dan siap pakai melalui beragam program pendidikan yang kini mudah diakses.

Begitupula dengan Awan Tunai, platform peer-to-peer lending yang fokus menyediakan kredit untuk smartphone mengaku tertarik untuk menggarap pasar pinjaman untuk biaya kuliah.

Hal tersebut diungkapkan oleh CEO Awan Tunai Dino Setiawan. Dia mengatakan kesulitan membayar biaya pendidikan di perguruan tinggi bakal teratasi asalkan perusahaan fintech bisa menciptakan manajemen risiko yang mumpuni.

“Saya dengar sebenernya sudah mulai beberapa multifinance yang memberikan pinjaman ke pendidikan, tetapi masih jadul, kayak barang multiguna saja. Kami inginnya kredit tanpa agunan”, tuturnya.

Agak berbeda dengan dua perusahaan sebelumnya, Akseleran yang mengawali bisnis untuk memberikan pinjaman kepada pelaku UKM, kini juga akan merambah ke pasar mahasiswa wirausaha.

Chief Investment Officer Akseleran Christopher Gultom mengatakan untuk memitigasi risiko kredit macet, lanjutnya, Akseleran berencana untuk menetapkan bunga yang lebih tinggi dan menambah jaminan dari orang tua.

“Sudah ada beberapa peminjam yang berasal dari kalangan mahasiswa. Potensinya cukup besar, mengingat sekarang mahasiswa sedang gencar ingin jadi pengusaha”, ujarnya.

Reportase Detak Berita :

DB

Related posts

Leave a Comment