Ingin Jual Rumah Cepat Laku dengan Harga Tinggi?

Open House Property detak berita

Open House Property detak berita

DETAK PROPERTI, Detak Berita – Entah mau upgrade untuk beli rumah baru yang lebih besar atau karena memang terdesak kebutuhan, terpaksa kita harus menjual rumah yang selama ini kita tempati.

Dan bukan menakut-nakuti, memasarkan rumah bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi rumah bekas.

Tambah lagi banyak iklan listing properti perumahan baru dengan beragam keunggulan yang berseliweran di berbagai media.

Karenanya, foto dan deskripsi yang lengkap saja masih belum cukup membantu untuk menjual properti Anda.

Belum lagi ada banyak faktor yang dapat memengaruhi keputusan calon pembeli untuk menentukan ketertarikannya.

Agar penjualan rumah Anda jadi lebih cepat laku dan tentunya dengan harga yang bagus sesuai pasaran, simak strategi penjualan dari agen properti profesional berikut ini:

1. Perhatikan Kelebihan dan Kekurangan Properti

Sebelum menjual rumah, sebaiknya cek kembali kondisi rumah Anda, termasuk area plafon dan rangka rumah. Ini penting, kerusakan pada rumah dapat menurunkan nilai jualnya. Sebaliknya, perbaikan dapat mempertahankan harga rumah atau bahkan mendongkrak harganya.

2. Cek Harga Tanah di Kawasan Sekitar

Untuk menentukan patokan harga tanah, lakukan pengecekan terhadap Nilai Jual Objek Pajak atau NJOP di kawasan sekitar rumah. Di dalam PBB yang Anda terima setiap tahunnya tertera informasi mengenai NJOP, baik tanah maupun bangunan.

Namun nilai pada NJOP biasanya hanya untuk menentukan nilai minimum penjualan.

Umumnya orang menjual rumah harga 2-3 kali lipat di atas NJOP. Dan ingat, semakin strategis lokasi rumah Anda maka harganya bisa berkali-kali lipat lebih besar dari nilai NJOP-nya.

3. Hubungi Agen Properti

Jika Anda tak ingin repot, gunakan jasa agen properti. Agen properti tentu lebih paham dalam menentukan nilai jual rumah Anda.

Untuk menjaring agen yang tepat dan profesional, Anda dapat menyeleksinya dengan bertanya kepada kerabat atau bertanya langsung kepada pemilik dari kantor agen properti.

Broker yang baik tidak hanya membantu Anda menentukan nilai jual rumah, tetapi juga akan membantu memasarkan rumah Anda.

Namun perlu dipertimbangkan bahwa jika Anda menggunakan jasa broker, perhitungkan juga komisi broker.

Umumnya broker akan meminta komisi penjualan sekitar 2,5% dari harga jual, dan sebaiknya tidak bernegosiasi dengan komisi agen.

Komisi yang kecil bisa berpengaruh pada kinerja dan kerjasama yang baik dengan agen.

Untuk hasil yang maksimal, berikan komisi sesuai dengan kesepakatan.

4. Ada Waktu Khusus Menjual Rumah

Sejumlah agen properti menandai bahwa ada waktu khusus yang membuat transaksi jual beli rumah lebih ramai dari biasanya.

Misalnya ketika kondisi politik stabil setelah Pemilu (Pemilihan Umum), atau ketika kondisi perekonomian sedang bergairah. Namun secara umum bulan Mei dipercaya menjadi bulan paling ramai untuk pasar properti.

5. Buat Listing Iklan yang Jujur

Di sosial media, mungkin sebagian orang terbiasa menampilkan sisi terbaik dengan mengedit foto agar tampak lebih fotogenik.

Hal yang sama tidak bisa dilakukan ketika memasang iklan properti. Anda harus jujur dengan hasil foto dan memberi informasi yang sesuai dengan kenyataan.

6. Menentukan Harga yang Tepat

Mematok harga yang tepat untuk rumah memang bisa diperhitungkan sesuai lokasi dan luas rumahnya.

Namun, ada strategi harga yang harus diketahui sebelum Anda menentukan banderol.

Misalnya pembeli yang memiliki bujet sekitar Rp 450 juta akan mencari properti dengan harga di kisaran Rp 300 juta sampai Rp 500 juta.

Jika rumah Anda dibanderol Rp 510 juta maka rumah tersebut tidak akan muncul dalam daftar pencarian.

Jadi, sebaiknya buat kisaran harga Rp 499 juta agar mendapat leads atau hasil pencarian yang lebih tinggi.

7. Listing Iklan Jangan Terlalu Lama

Terlalu lama iklan properti yang terpajang di media online akan menurunkan minat calon pembeli.

Orang akan bertanya-tanya alasan mengapa rumah Anda tak kunjung terjual.

Biasanya akan ada asumsi negatif seperti banderol harga yang terlalu tinggi atau kondisi rumah yang tidak sesuai dengan iklan.

Antisipasi hal ini dengan meminta agen memperbarui iklan setiap bulan sekali. Anda bisa mengganti foto atau menambah informasi lebih lengkap.

DB

Related posts

Leave a Comment