Kawasan Kemang Kembali Diterjang Banjir

Kemang kembali diterjang banjir
Kemang kembali diterjang banjir
Kemang kembali diterjang banjir

JAKARTA, Detak Berita – Normalisasi Kali Krukut di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dan sekitarnya, yang belum juga dilakukan, menyebabkan kawasan Kemang yang menjadi lokasi banyak  ekspatriat ini lagi-lagi banjir.

Saat hujan deras pada Kamis (19/10/2017) Jalan Kemang Raya dan Jalan Kemang 1 tergenang dengan ketinggian 20-30 cm. Akibatnya arus kendaraan tersendat dan menyebabkan ruas jalan di Jalan Prapanca Raya macet. Begitu pula kendaraan yang ke arah Antasari.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jaksel, Holi Susanto menjelaskan untuk mengatasi banjir di Jalan Kemang I, personil satuan tugas (Satgas) dikerahkan membersihkan tali-tali air yang tersumbat sampah.

“Kami mengerahkan 2 pompa mobile dan 2 pompa stationer, sehingga genangan di Jalan Kemang 1 dan Jalan Kemang Raya cepat surut,” kata Holi.

BACA JUGA Toyota Calya Kuasai Market City Car & LCGC

Meski begitu warga mendesak Anis-Sandi bertindak tegas menertibkan sedikitnya 503 bangunan yang menyerobot garis sempadan kali yang tersebar di 11 kelurahan mulai kawasan Jagakarsa hingga di hilir di Mampang Prapatan. Aksi tegas ini untuk percepatan normalisasi kali.

“Sebelum Ahok dan Djarot lengser ada wacana untuk menggempur ratusan bangunan permanen di bantaran kali terkait normalisasi. Tapi ternyata mentok karena sebagian bangunan tersebut ada yang memiliki sertifikat hak milik. Sungguh suatu ironi,” keluh Jayanto, warga Bangka.

Padahal sebelumnya Walikota Jaksel, Tri Kurniadi mengultimatum pihaknya akan menggempur ratusan bangunan yang menyerobot trase kali khususnya di kawasan Kemang.

Dari ideal 20 meter, tapi kenyataannya trase kali kian menyempit dan tinggal tersisa bervariasi mulai 4 meter. Dalam rangkaian normalisasi kali, aparat juga akan membangun jalan inspeksi.

BACA JUGA Terkait Reklamasi, Sandiaga : Jangan Dikompor-Komporin

Dari sekitar 150 bangunan bermasalah yang dilintasi Kali Krukut di kawasan Bangka, Petogogan dan Mampang Prapatan, mayoritas merupakan bangunan hunian elit dan komersil. Antara lain Pop! Hotel, Kemang Village, cafe, perkantoran dan usaha kelas kakap lainnya.

Hanya saja Pemko Jaksel hingga kini baru mampu membongkar sekitar 6 gubuk di pinggiran Kali Krukut, Kelurahan Petogogan-yang berdekatan dengan SD Tarakanita. Selebihnya tidak tersentuh aparat.

Gebrakan nyata dari Pemko Jaksel yang notabene kepanjangan tangan dari Pemprov DKI Jakarta untuk menertibkan ratusan bangunan ‘bermasalah’ yang melanggar trase kali, sangat dinantikan. Hukum jangan hanya tajam ke wong cilik, tapi tumpul kepada kalangan berduit.

Lebih dari itu normalisasi kali sudah sangat mendesak, sehingga banjir yang sudah menjadi langganan setiap tahun di kawasan Kemang dapat teratasi.

DB

Related posts

Leave a Comment