Napi Kabur Akibat Lapas Nusakambangan Hanya Dijaga Tiga Petugas

Yasonna Laoly nusakambangan detak berita

Yasonna Laoly nusakambangan detak berita

JAKARTA, Detak Berita – Menkumham Yasonna H. Laoly mengancam akan mengenakan sanksi berat kepada Petugas Lembaga Pemasyadakatan (Lapas) Besi,  Nusakambangan, Cilacap, Jateng, jika terbukti lalai sehingga dua orang narapidana (napi)  kabur, Minggu (9/7/2017).

“Sekarang tengah diteliti oleh Tim Inspektorat Jenderal (Itjen). Jika Terbukti ada kesalahan petugas,  maka akan ditindak tegas sesuai dengan tingkat kesalahan,” kata Yasonna, di Gedung Parlemen,  Senayan, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Kedua Napi yang kabur dari Lapas Kelas II A itu, adalah Hendra bin Amin dan Agus Triyadi bin Masimum.

Saat itu Lapas Besi hanya dijaga tiga orang petugas. Dua orang di pintu masuk dan keluar, satu lagi di blok hunian.

Satu petugas lagi absen, karena sakit. Sedangkan enam pos atas kosong dimana napi manfaatkan untuk kabur.

Yasonna H. Laoly menerangkan kekurangan petugas di Lapas Besi,  adalah salah satu penyebab napi bisa kabur dan masalah ini menjadi perhatian institusi agar ke depan dapat diatasi.

“Diharapkan dalam waktu tidak  terlalu lama, ada tambahan 14 ribu petugas sehingga masalah kekurangan petugas dapat diatasi,” ujar Yasonna.

Dia berkeyakinan dua napi yang melarikan diri segera dapat ditangkap lagi bekerjasama dengan Polri dan Kejaksaan Agung.

“Kita yakinlah. Mereka akan dapat  ditangkap. Kita kerjasama dengan Polri Dan Kejaksaan Agung,” terang Yasonna.

Dari keterangan, dua napi kabur dengan menjebol plafon dan memindahkan genteng dan melarikan diri melalui pos yang tidak dijaga petugas.

Napi tindak pidana umum ini kabur sekira pukul 13.00 WIB.

Napi Hendra bin Amin asal Jorong Sebrang Piruoko Timur Kewalian Kota Baru Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Dhamasraya, Sumatera Barat.

Dan Agus Triyadi bin Masimun asal alamat Jalan Stasiun RT 2 RW 4 Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sampai kini, mereka belum ditemukan.

DB

Related posts

Leave a Comment