Warga BSD Ini Berang, Rumah Hunian Marak Berubah Jadi Kos-Kosan Tanpa Izin

Tolak Kos Kosan detak berita

Tolak Kos Kosan detak berita

TANGSEL, Detak Berita – Spanduk berisi penolakan hunian menjadi kos-kosan dan tempat usaha muncul di kawasan perumahan Anggrek Loka Sektor 2.2, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong.

Di sana, penghuni perumahan Anggrek Loka Sektor 2.2, kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Serpong protes maraknya hunian yang belakangan dijadikan kos-kosan.

Sebab, ketenangan mereka terganggu dengan alih fungsi rumah menjadi kos-kosan, apalagi ada yang sewa per malam.

“Lingkungan ini awalnya tenang dan nyaman tapi belakangan sejumlah pemilik rumah memindah tangankan menjadi kos-kosan atau kontrakan yang tentunya sangat mengganggu warga sekitar,” kata Arief, warga penghuni Anggrek Loka Sektor 2.2 BSD, Serpong, Sabtu (18/3/2017).

Keresahan warga semakin menjadi saat mengetahui ada hunian yang berubah fungsi menjadi kos-kosan atau kontrakan yang dapat disewa per malam layaknya cottage atau hotel.

Jelas perizinan sama sekali tak ada karena kompleks tersebut berupa hunian atau rumah tinggal.

Menurut dia, penghuni atau warga kompleks awalnya tak keberatan saja karena rumah itu dikontrakan karena pemilik punya rumah lain di luar kompleks tapi belakangan semakin parah bukan kontrakan tapi menjadi kos-kosan.

“Tentunya penghuni kos-kosan kalangan remaja atau anak-anak bahkan tak jelas orangnya,” tuturnya kecewa.

Keberatan dan protes penghuni perumahan Anggrek Loka Sektor 2.2, BSD, Serpong diakui Komandan Satpam perumahan setempat, Selamet, yang mengaku sebagian besar penghuni menanyakan prihal semakin maraknya rumah yang dijadikan kos-kosan dengan alasan malah membawa sisi negatif lingkungan perumahan setempat.

Protes dan keberatan warga penghuni perumahan dilanjutkan dengan membuat spanduk protes keberadaan alih fungsi rumah menjadi kos-kosan yang dipasang dipintu gerbang utama perumahan agar pemilik rumah mengetahui adanya penolakan warga lainnya.

“Penghuni takut kos-kosan itu dijadikan tempat negatif karena yang tinggal orang tak jelas,” ujarnya yang sempat menanyakan ke pemilik rumah yang disewa, kontrakan atau di buat kos-kosan yang tentunya selalu memantau keberadaan mereka setiap datang ke kompleks tersebut.

Pemilik sebagian mengaku sudah memiliki rumah lain di luar kompleks tersebut sehingga rumahnya disewakan.

“Kekesalan warga bertambah saat mendengar atau mengetahui ada rumah yang dijadikan kos-kosan dengan bayaran per malam,” tutur Selamet yang diyakininya Ketua RW dan RT setempat juga tak mengetahui ada izin atas perubahan hunian menjadi kos-kosan atau tidak dari Pemkot Tangsel.

DB

Related posts

Leave a Comment